Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Rabu, 15 Juli 2020
no image

11 Cara Berhenti Mengeluh agar Hidup Lebih Bahagia oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Cara Berhenti Mengeluh agar Hidup Lebih Bahagia oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Ada sejumlah cara berhenti mengeluh yang bisa Anda lakukan guna menghentikan kebiasaan negatif yang satu ini. Simak apa saja cara menghentikan kebiasaan mengeluh berikut ini agar hidup jadi lebih bahagia!

cara-berhenti-mengeluh-doktersehat

Cara Berhenti Mengeluh

Wajar bagi kita manusia untuk sesekali mengeluh, terlebih jika masalah yang dihadapi memang begitiu berat. Akan tetapi, mengeluh terus-menerus juga tidak baik. Oleh karena itu, simak bagaimana cara berhenti mengeluh berikut ini.

1. Alihkan Pikiran

Cara menghentikan kebiasaan mengeluh yang pertama adalah dengan sebisa mungkin mengalihkan pikiran Anda dari problematika yang tengah dihadapi. Bukan bermaksud untuk ‘melarikan diri’ dari masalah, metode ini bertujuan untuk membantu Anda untuk tenang sejenak sehingga bisa berpikir jernih sebelum mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Mengalihkan pikiran sejenak dengan hal-hal lain juga akan menghentikan Anda dari mengeluh berlarut-larut. Anda bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti berolahraga, bermain musik, atau kumpul bersama teman-teman.

2. Lihat ke Belakang

Sebelum Anda semakin larut dalam keluh kesah, coba lihat lagi ke belakang hal apa yang tengah mengganggu Anda hingga rasanya ingin mengeluh. Setelah itu, tanyakan pada diri sendiri apakah hal tersebut pantas untuk dikeluhkan?

Sekiranya masalah yang dihadapi tidak terlalu signifikan dampaknya bagi Anda, maka sebaiknya jangan buang-buang tenaga untuk mengeluhkan masalah tersebut. Kembali ke cara pertama, Anda bisa mengalihkan pikiran sejenak ke hal-hal yang lebih positif.

3. Teknik ‘Gelang Karet’

Teknik ‘gelang karet’, apa itu? Ya, ini adalah salah satu cara berhenti mengeluh yang mungkin saja efektif.

Anda hanya memerlukan satu buah gelang karet, kemudian kenakan gelang karet tersebut pada pergelangan tangan. Setiap kali Anda mengeluh, tarik gelang karet tersebut dan lepaskan hingga ‘memukul’ pergelangan tangan.

Lumayan sakit, bukan? Nah, metode ini bertujuan untuk memberi pelajaran kepada Anda bahwa ada konsekuensi yang harus diterima setiap kali mengeluh. Dengan demikian, Anda bisa saja jadi enggan mengeluh karena malas harus menyakiti tubuh sendiri.

4. Gunakan Medium Berkeluh Kesah yang Tepat

Seorang psikolog bernama Susan Albers mengatakan jika memang ingin mengeluh, sebaiknya jangan sampai diketahui orang banyak seperti membagikannya di media sosial. Pasalnya, hal ini dikhawatirkan akan memancing berbagai macam respons dari pengguna media sosial lainnya dan bisa-bisa Anda jadi tidak bisa berhenti untuk terus berkeluh kesah.

Alih-alih memanfaatkan media sosial untuk ‘curhat’, sebaiknya gunakan medium yang sifatnya lebih pribadi seperti email atau cukup melalui percakapan telepon dengan orang terdekat yang dipercaya.

5. Ceritakan Inti dari Masalah Anda

Saat Anda memutuskan untuk berkeluh kesah dengan orang lain, maka usahakan jangan bertele-tele dan langsung pada intinya saja. Hal ini agar orang yang Anda ajak bicara tersebut bisa segera mengerti permasalahan Anda dan segera mencari solusinya.

Dengan demikian, Anda tidak akan semakin larut dalam keluh kesah karena selain rasa stres tersalurkan, solusi jadi lebih cepat ditemukan.

6. Cari Sisi Positif dari Masalah yang Terjadi

Setiap masalah yang mendera tidak mungkin tidak ada sisi positifnya, sekecil apapun itu. Nah, cara menghentikan kebiasaan mengeluh lainnya adalah dengan mencari tahu apa yang menjadi sisi positif dari problematika hidup yang sedang Anda hadapi.

Kendati terdengar klise, mengetahui sisi positif dari suatu masalah membantu Anda untuk lebih bisa bersyukur. Manakala rasa syukur itu muncul, otomatis kebiasaan berkeluh kesah tersebut akan hilang dengan sendirinya.

7. Menjauh dari Lingkungan ‘Toxic’

Hampir sama dengan poin nomor satu, cara berhenti mengeluh selanjutnya adalah dengan menjauh sementara dari lingkungan yang dirasa malah akan semakin memperburuk kondisi mental Anda. Tetap berada di antara orang-orang yang tidak tepat hanya akan menambah keluhan dan bisa membuat Anda semakin stres.

Sebagai contoh, saat Anda sedang berada di kantor. Maka cobalah untuk meluangkan waktuâ€"sebaiknya saat jam istirahatâ€"untuk mengasingkan diri seperti pergi ke musholla atau ke kafe sendirian.

8. Carilah Dukungan, bukan Kritikan

Tidak semua orang mau mendengarkan keluh kesah Anda. Alih-alih berempati, yang ada mereka malah mengkritik atau bahkan menyalahkan diri Anda atas apa yang sedang dialami.

Jika sudah begitu, maka sebaiknya tidak perlu melanjutkan keluh kesah Anda. Mengeluh kepada seseorang adalah untuk mencari dukungan, bukan kritikan. Pasalnya, hal ini justru akan membuat Anda terus-menerus mengeluh.

9. Segera Bertindak

Sebagaimana telah disebutkan di atas, mengeluh adalah hal yang wajar. Akan tetapi, mengeluh berlarut-larut juga tidak baik sehingga yang harus Anda lakukan adalah bertindak. Bertindak di sini adalah segera ‘bangkit’ dan cari cara untuk mengatasi hal-hal yang mengganggu Anda tersebut.

Diam dan terus larut dalam perasaan yang tidak baik hanya akan membuat Anda semakin terpuruk.

10. Menulis Jurnal

Menulis jurnal pribadi ternyata juga sedikit banyak bisa membantu Anda untuk keluar dari kebiasaan mengeluh ini, lho. Ya, apapun masalah yang sedang Anda hadapi, Anda bisa menuliskannya di dalam jurnal.

Dengan menuliskan apa saja hal-hal yang mengganggu Anda di hari ini, Anda akan lebih mudah untuk mencari solusi terbaik. Menyambung dari poin sebelumnya, segera bertindak!

11. Latihan Yoga

Latihan yoga menjadi cara berhenti mengeluh yang juga patut untuk Anda coba. Yoga membantu Anda untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran sehingga Anda jadi bisa berpikir positif terhadap segala sesuatu.

Baca Juga: 5 Tahap Kesedihan saat Mengalami Kejadian Buruk, Apa Saja?

Mengeluh Wajar, Asal Jangan Berlebihan

Mengeluh sejatinya merupakan suatu hal yang wajar. Ya, tak bisa dipungkiri setiap orang pasti pernah mengalami berbagai macam problematika di dalam kehidupannya. Mulai dari masalah pribadi, keluarga, pekerjaan, dan sebagainya, tak pelak membuat kita merasa lelah dan akhirnya mengeluh. Mengeluarkan keluh kesahâ€"sadar maupun tidak sadarâ€"biasanya disebabkan oleh:

  • Melepaskan beban pikiran
  • Mencari simpati dari orang lain
  • Meminta solusi dari orang lain

Akan tetapi, seperti yang sudah disinggung berkali-kali, jangan sampai hal ini terlalu berlebihan dan menjadi kebiasaan karena dampaknya tentu tidak baik bagi kesehatan mental Anda. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi psikologi jika dirasa tidak mampu untuk menyelesaikannya seorang diri. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. 2018. How to Stop Complaining: 7 Secrets to Being Happier. https://health.clevelandclinic.org/how-to-stop-complaining-7-secrets-to-being-happier/ (Diakses pada 15 Juli 2020)
  2. Hall, J. 6 Steps to Help You Stop Complaining. https://www.inc.com/john-hall/how-you-can-train-yourself-to-stop-complaining-in-under-a-month.html (Diakses pada 15 Juli 2020)
  3. Scott, E. 2019. How and Why You Should Stop Complaining. https://www.verywellmind.com/how-and-why-stop-complaining-3144882 (Diakses pada 15 Juli 2020)
  4. Taibbi L, R. 2018. How to Stop Complaining. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fixing-families/201811/how-stop-complaining (Diakses pada 15 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 11 Cara Berhenti Mengeluh agar Hidup Lebih Bahagia oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

no image

Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit Graves adalah suatu kondisi yang jika tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan mengancam nyawa! Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dan lainnya di bawah ini.

penyakit-graves-doktersehat

Apa Itu Penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan atau juga disebut hipertiroidisme. Graves merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan hipertiroidisme.

Hormon tiroid dapat memengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk fungsi sistem saraf, perkembangan otak, suhu tubuh, dan bagian penting lainnya, sehingga tanda dan gejala Graves bisa bervariasi.

Penyakit ini sering tidak disadari karena gejala awalnya yang kurang tampak. Biasanya penyakit ini baru diketahui setelah mendapatkan diagnosis dari dokter dengan pemeriksaan beberapa kali.

Ciri dan Gejala Penyakit Graves

Meskipun gejalanya sulit dikenali dan terkadang mirip dengan gejala hipertiroidisme, secara umum berikut gejala penyakit Graves:

  • Kecemasan dan mudah marah.
  • Gemetar (tremor) di tangan atau jari.
  • Sensitif pada panas, berkeringat banyak, atau kulit hangat dan lembap.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
  • Perubahan siklus menstruasi.
  • Disfungsi ereksi atau penurunan libido.
  • Sering buang air besar (BAB).
  • Mata menonjol atau melotot (Oftalmopati Graves).
  • Kelelahan.
  • Penebalan pada kulit dan memerah biasanya di tulang kering atau di bagian atas kaki (dermopati Graves).
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi).
  • Gangguan tidur atau insomnia.

Graves Ophthalmopathy

Sekitar 30% penderita penyakit Graves memiliki beberapa tanda dan gejala Graves ophthalmopathy. Ini disebabkan oleh peradangan dan gangguan sistem kekebalan yang memengaruhi otot dan jaringan lain di sekitar mata.

Tanda dan gejala Graves ophthalmopathy termasuk:

  • Mata menonjol atau melotot (exophthalmos)
  • Mata kering
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata memerah atau meradang
  • Tekanan atau rasa sakit di mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Kehilangan penglihatan

Graves Dermopati

Bentuk yang tidak biasa dari Graves adalah Graves dermopati yang ditandai dengan kulit memerah dan menebal. Kondisi ini paling sering terjadi pada tulang kering atau bagian atas kaki.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter jika mengalami demam, gelisah, mengigau, dan mengalami denyut nadi yang cepat, atau gejala lainnya yang telah disebutkan di atas. Seseorang bisa mengalami krisis tirotoksikosis atau krisis tiroid, di mana efek dari terlalu banyak hormon tiroid secara tiba-tiba dapat mengancam jiwa.

Penyebab Penyakit Graves

Dalam penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel sehat dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh biasanya menghasilkan protein yang disebut antibodi untuk melawan zat asing seperti virus dan bakteri. Antibodi diproduksi secara khusus untuk menyerang zat asing tersebut.

Sistem kekebalan tubuh dalam Graves, secara keliru menghasilkan antibodi yang disebut thyroid stimulating immunoglobulin (TSI) â€" hormon hipofisis yang biasanya merangsang kelenjar tiroid â€" yang menyerang sel-sel tiroid sehat. Kondisi ini belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

Faktor Risiko Penyakit Graves

Terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit graves, di antaranya:

  • Usia. Orang berusia di bawah usia 40 tahun lebih berisiko mengalami Graves.
  • Jenis kelamin. Meskipun penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita.
  • Riwayat keluarga. Kemungkinan gen yang dapat membuat seseorang lebih berisiko tinggi terhadap penyakit ini.
  • Gangguan autoimun lainnya. Penderita gangguan lain pada sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis, memiliki risiko lebih tinggi.
  • Stres emosional atau fisik. Peristiwa atau penyakit yang mengakibatkan stres dapat menyebabkan Graves pada orang dengan gen yang berisiko.
  • Kehamilan. Kehamilan atau setelah persalinan dapat meningkatkan risiko penyakit ini, khususnya pada wanita yang memiliki gen berisiko.
  • Merokok. Mengisap asap rokok dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang meningkatkan risiko Graves. Perokok yang memiliki penyakit Graves juga berisiko lebih tinggi terkena oftalmopati Graves.

Baca Juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Penyakit Graves

Sebagai langkah awal untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa tanda dan gejala penyakit Grave. Dokter juga dapat menanyakan riwayat medis dan keluarga pasien.

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan beberapa tes tambahan berikut:

  • Tes darah. Tes ini dapat membantu dokter menentukan kadar TSH dan kadar hormon tiroid. Penderita Graves biasanya memiliki kadar TSH yang lebih rendah dan kadar hormon tiroid yang lebih tinggi. Dokter dapat melakukan tes laboratorium lain untuk mengukur kadar antibodi yang diketahui menyebabkan Graves.
  • Tes penyerapan yodium radioaktif. Tubuh memerlukan yodium untuk membuat hormon tiroid. Ketika memberi sedikit yodium radioaktif dan kemudian mengukur jumlahnya di kelenjar tiroid dengan kamera pemindaian khusus, dokter menentukan kadar di mana kelenjar tiroid mengambil yodium. Jumlah yodium radioaktif yang diambil kelenjar tiroid membantu menentukan apakah Graves atau kondisi lain yang menyebabkan hipertiroidisme.
  • Tes pencitraan. Ultrasonografi (USG) dapat dilakukan untuk menghasilkan gambar organ dalam, termasuk pembesaran kelenjar tiroid. Tes ini paling efektif pada orang yang tidak bisa menjalani pengambilan yodium radioaktif, seperti wanita hamil. Jika diagnosis penyakit ini masih belum diketahui secara jelas, dokter dapat menyarankan CT scan atau MRI.

Cara Mengobati Penyakit Graves

Apakah penyakit Graves bisa sembuh? Penyakit ini bisa disembuhkan dengan beberapa pengobatan yang efektif dan dapat mengembalikan fungsi tiroid menjadi normal. Perawatan penyakit Graves bertujuan untuk menghentikan produksi hormon tiroid dan untuk menghentikan dampak hormon pada tubuh.

Berikut ini beberapa cara mengobati penyakit Graves:

1. Obat Antitiroid

Obat-obatan antitiroid seperti propylthiouracil atau methimazole dapat diresepkan oleh dokter. Beta-blocker juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi efek dari gejala graves sampai perawatan lainnya mulai bekerja.

2. Terapi Radioiodine

Terapi yodium radioaktif adalah salah satu perawatan penyakit Graves yang paling umum. Perawatan ini mengharuskan pasien menggunakan dosis yodium radioaktif-131. Terapi ini biasanya mengharuskan pasien mengonsumsi obat dalam bentuk pil. Dokter mungkin akan menyarankan tentang langkah pencegahan apa pun yang harus dilakukan dengan terapi ini.

3. Operasi Tiroid

Operasi jarang digunakan meskipun suatu pilihan. Namun, dokter dapat menyarankan operasi jika perawatan sebelumnya tidak efektif, jika diduga kanker tiroid, atau wanita hamil yang tidak dapat menggunakan obat antitiroid.

Jika memerlukan operasi, dokter dapat mengangkat seluruh kelenjar tiroid untuk menghilangkan risiko hipertiroidisme kembali. Pasien akan memerlukan terapi penggantian hormon tiroid secara berkelanjutan jika memilih untuk operasi.

Terkait pertanyaan apakah penyakit graves bisa sembuh, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan risiko dari berbagai pilihan perawatan penyakit Graves.

Komplikasi Penyakit Graves

Jika dibiarkan dan tidak segera diobati dengan tepat, bahaya penyakit graves dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Krisis Tiroid 

Meskipun jarang terjadi, komplikasi krisis tiroid atau juga dikenal sebagai hipertiroidisme yang dipercepat atau krisis Tirotoksikosis dapat mengancam jiwa. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika hipertiroidisme berat tidak diobati atau diobati dengan tidak tepat.

Peningkatan hormon tiroid secara tiba-tiba dan drastis dapat menghasilkan beberapa dampak pada kesehatan, termasuk demam, muntah, diare, berkeringat, mengigau, kelemahan parah, kejang, detak jantung tidak teratur, kulit dan mata kuning (jaundice), tekanan darah rendah parah (hipotensi), dan koma. Maka dari itu, krisis tiroid harus segera mendapatkan perawatan darurat.

2. Gangguan Jantung

Jika tidak segera diobati, bahaya penyakit Graves dapat menyebabkan gangguan irama jantung, perubahan struktur dan fungsi otot-otot jantung, dan ketidakmampuan jantung memompa darah yang cukup ke tubuh (gagal jantung).

3. Gangguan Kehamilan

Komplikasi penyakit Grave yang mungkin terjadi selama kehamilan, termasuk keguguran, kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, pertumbuhan janin yang buruk, gagal jantung ibu, dan preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi ibu hamil yang menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gejala serius lainnya.

4. Osteoporosis

Bahaya penyakit Graves yang tidak segera diobati dengan tepat dapat menyebabkan tulang keropos atau rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang tergantung pada jumlah kalsium dan mineral lain yang terkandung di dalamnya. Kelebihan hormon tiroid dapat mengganggu kemampuan tubuh menyuplai kalsium ke dalam tulang.

Cara Mencegah Penyakit Graves

Pencegahan penyakit Graves adalah dengan menghindari faktor risikonya seperti infeksi, asupan yodium jangan berlebihan atau kekurangan, hindari stres, cedera pada kelenjar gondok, dan obat steroid.

 

  1. Anonim. 2020. Graves’ Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15244-graves-disease. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  2. Dock, Elly dan Matthew S. 2018. Graves’ Disease. https://www.healthline.com/health/graves-disease#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  3. Lam, Peter. 2019. All about Graves’ disease. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170005#causes. (Diakses pada 14 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Graves’ disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/symptoms-causes/syc-20356240. (Diakses pada 14 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Penyakit Graves: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 10 Juli 2020
no image

Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Keriput adalah kondisi yang semua orang pasti akan mengalaminya. Selain karena faktor usia, ternyata ada faktor-faktor lainnya yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini lebih cepat! Ketahui lebih lanjut mengenai keriput pada kulit mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

keriput-doktersehat

Apa Itu Keriput?

Keriput adalah kondisi ketika pada kulit muncul kerutan, garis, atau lipatan. Munculnya keriput ini umumnya terkait dengan proses penuaan. Tak heran, kulit keriput lazim dimiliki oleh orang-orang yang sudah masuk kategori lanjut usia (lansia).

Keriput bisa terjadi di seluruh permukaan kulit. Akan tetapi, kondisi ini lebih umum dialami oleh area kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti kulit wajah, leher, lengan, dan kaki. Selain itu, faktor genetik juga pada beberapa kasus memainkan peranan dalam membuat kulit menjadi keriput.

Ciri dan Gejala Keriput

Ciri-ciri kulit keriput dapat dikenali dengan mudah, yakni pada kulit muncul kerutan, garis-garis halus, dan lipatan. Selain itu, seseorang yang memiliki kulit keriput juga tekstur kulitnya biasanya terbilang kasar.

Gejala keriput ini biasanya akan semakin jelas terlihat seiring dengan bertambahnya usia. Area kulit yang biasanya menjadi lokasi munculnya keriput adalah sebagai berikut:

  • Wajah
  • Leher
  • Lengan
  • Kaki

Penyebab Keriput

Bukan tanpa alasan mengapa kulit Anda menjadi keriput. Ada sejumlah faktor krusial yang menjadi penyebab kulit keriput. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini!

1. Bertambahnya Usia

Bertambahnya usia menjadi penyebab utama dan paling umum dari kondisi ini. Ya, seiring dengan bertambahnya usia, kulit Anda akan menurun tingkat elastisitasnya. Pun, kulit menjadi lebih rapuh ketimbang saat seseorang masih berusia muda atau produktif.

Alasan lainnya mengapa kulit jadi keriput ketika usia bertambah tuaâ€"utama ketika memasuki periode lanjut usiaâ€"adalah mulai berkurangnya lemak di lapisan terdalam kulit. Pada akhirnya, degradasi lemak ini menyebabkan kulit jadi melonggar dan ya, berkerut serta timbul garis-garis halus.

2. Kebiasaan Merokok

Kendati usia menjadi penyebab paling umum, nyatanya ada faktor lain yang dapat memicu kulit mengeriput bahkan sebelum waktunya. Salah satu dari faktor tersebut adalah kebiasaan merokok. Apa hubungan antara rokok dengan kondisi kulit yang satu ini?

Jawabannya tak lain karena kandungan zat yang ada di dalam rokok disebut-sebut memengaruhi produksi kolagen pada kulit. Padahal, kolagen adalah protein yang berperan penting dalam pembentukan struktur kulit.

Akibat paparan zat yang terkandung di dalam rokok, proses pembentukan kolagen menjadi terhambat. Alhasil, kulit jadi tidak sehat yang salah satunya ditandai dengan munculnya keriput. Anda yang ‘hobi’ merokok sebaiknya mulai menghindari kebiasaan yang satu ini jika memang tidak ingin kulit tampak menua lebih cepat.

3. Paparan Sinar Matahari

Terpapar sinar matahari (UV) menjadi faktor penyebab mengeriputnya kulit. Itu sebabnyaâ€"seperti yang sudah dijelaskan di atasâ€"area kulit yang mengalami kondisi ini adalah area-area yang memang lebih sering tersengat sinar matahari seperti kulit wajah, leher, tangan, dan kaki.

Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat merusak struktur dan jaringan yang ada di dalam kulit yakni kolagen dan serat elastin. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas dan kekuatannya hingga muncullah gejala keriput tersebut.

Oleh sebab itu, Anda yang kerap kali beraktivitas di luar ruangan sehingga harus sering terpapar sinar matahari langsung sebaiknya melakukan langkah pencegahan seperti menggunakan baju yang tertutup atau menggunakan krim tabir surya.

4. Mengekspresikan Wajah

Mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan wajah seperti menyipitkan mata, tersenyum, cemberut, atau mengernyitkan dahi adalah hal yang pasti pernah kita lakukan. Tahukan Anda jika aktivitas ini ternyata juga sedikit banyak berperan dalam memunculkan kerutan pada kulit?

Ya, hal ini dimungkinkan karena ketika Anda menggunakan otot-otot wajah untuk berekspresi, secara tidak langsung pada kulit terbentuk lekukan-lekukan. Seiring dengan berjalannya waktu, lekukan-lekukan tersebut mulai kehilangan fleksibilitasnya. Inilah yang lantas menyebabkan kulit wajah jadi tampak keriput.

Penyebab yang satu ini sejatinya merupakan proses alamiah sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Akan tetapi, Anda masih bisa memperlambat munculnya gejala.

Faktor Risiko Keriput

Kulit yang berkeriput juga sedikit banyak dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko. Faktor risiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Faktor keturunan (genetik)
  • Berat badan menurun
  • Hormon
  • Defisiensi melanin

Diagnosis Keriput

Kulit keriput dapat dikenali dengan mudah melalui pemeriksaan fisik. Akan tetapi, jika Anda mengalami kondisi ini sebelum waktunya, pemeriksaan medis oleh dokter spesialis kulit mungkin dapat dilakukan guna mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Selain menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap kulit. Melalui pemeriksaan khusus, dokter dapat mendiagnosis apa yang memicu kulit mengeriput dan menentukan prosedur pengobatan seperti apa yang bisa diterapkan guna mengatasi kondisi tersebut.

Pengobatan Keriput

Kulit keriput umumnya bukan merupakan suatu hal yang berbahaya dan bahkan sangat wajar. Akan tetapi, jika Anda merasa tidak percaya diri dengan kondisi ini, berikut ada sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan.

1. Pengobatan Alami

Keriput bisa diatasi secara mandiri dengan cara-cara alami seperti:

  • Tidur dengan posisi telentang
  • Melakukan senam wajah
  • Menggunakan masker wajah alami
  • Mengonsumsi ikan
  • Mengoleskan minyak zaitun
  • Mengoleskan madu dan lemon
  • Mengoleskan gel lidah buaya

2. Obat-obatan

Guna mengoptimalkan penanganan kulit keriput, Anda juga bisa menggunakan obat kulit topikal yang mengandung vitamin dan zat lainnya yang baik bagi kulit seperti vitamin A. Konsultasikan pada dokter apa saja obat kulit yang sebaiknya digunakan guna mengatasi kondisi ini.

3. Operasi Kecantikan

Teknik pengobatan kulit keriput lainnya yang mungkin efeknya akan terasa lebih cepat adalah operasi kecantikan. Operasi kecantikan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Dermabrasi, adalah metode pengobatan kulit yang dilakukan dengan cara mengikis lapisan luar kulit. Medium yang digunakan berupa sikat khusus. Selain mengikis lapisan kulit, dermabrasi juga berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru
  • Terapi laser, adalah metode penanganan yang dilakukan dengan memanfaatkan sinar laser untuk merangsang produksi kolagen. Caranya adalah dengan membuat luka pada kulit bagian luar dan membuat panas kulit bagian dalam. Metode ini akan tetapi baru terasa efeknya setelah beberapa bulan kemudian
  • Botox, adalah metode pengobatan kulit keriput yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan botox ke dalam otot-otot di dalam kulit. Ini kemudian akan menyebabkan otot kulit berkontraksi hingga kemudian membuat kulit jadi lebih kencang. Sayangnya, efek dari metode ini bersifat temporer, yakni sekitar 3-4 bulan
  • Chemical Peels, adalah teknik penanganan kulit berkeriput dengan cara membuat kulit terkelupas melalui medium zat kimia. Cara ini dapat menimbulkan efek samping berupa kulit yang menjadi tampak kemerahan walaupun hanya bersifat temporer
  • Filler, hampir sama seperti teknik chemical peels, filler dilakukan dengan memanfaatkan medium zat kimia. Zat kimia ini disuntikkan ke area kulit yang terdapat keriput. Kemudian, zat kimia tersebut bekerja dengan cara menyamarkan keriput tersebut
  • Facelift, adalah metode pengobatan kulit berkeriput yang dilakukan dengan cara mereduksi lemak dan kulit yang berlebih, pun meningkatkan kekencangan otot-otot kulit. Metode ini bisa bertahan selama 5-10 tahun

Pencegahan Keriput

Kulit keriput mungkin memang tidak bisa benar-benar dihindari karena hal ini berkaitan dengan usia. Akan tetapi, setidaknya Anda dapat menunda terjadinya kondisi ini terlebih jika Anda memang masih masuk ke dalam kategori usia muda.

Apa saja yang dapat dilakukan?

1. Melindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Pertama, lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Anda bisa mengenakan pakaian yang tertutup jika memang harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, pastikan untuk tidak terlalu lama terpapar sinar matahari.

2. Menggunakan Krim Tabir Surya

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yang kedua Anda bisa menggunakan krim tabir surya dengan SPF yang cukup tinggi. Krim tabir surya memang diformulasikan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Kulit yang sehat salah satunya dipengaruhi oleh asupan vitamin dan nutrisi yang mencukupi. Guna mencapai hal ini, Anda sangat disarankan untuk rajin mengonsumsi makanan-makanan bergizi seperti buah dan sayuran.

4.  Tidak Merokok

Karena salah satu penyebab kulit keriput adalah merokok, maka cara mencegah kondisi ini terjadi sebelum waktunya adalah dengan sebisa mungkin menghindari kebiasaan yang satu ini.

 

  1. Anonim. Wrinkles â€" Symptoms and Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wrinkles/symptoms-causes/syc-20354927 (diakses pada 10 Juli 2020)
  2. Brazier, Y. 2016. What can I do about wrinkles? https://www.medicalnewstoday.com/articles/174852#aesthetic_options (diakses pada 10 Juli 2020)
  3. Watson, K. 2018. How to get rid of wrinkles. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-to-get-rid-of-wrinkles (diakses pada 10 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Keriput: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 06 Juli 2020
no image

Pakai Masker saat Olahraga di Masa Pandemi COVID-19, Amankah? oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pakai Masker saat Olahraga di Masa Pandemi COVID-19, Amankah? oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pandemi COVID-19 memunculkan banyak kenormalan baru di Indonesia, termasuk kepedulian masyarakat akan pentingnya olahraga. Meningkatnya aktivitas masyarakat di luar ruangan membuat risiko penyebaran virus SARS-CoV-2 juga akan meningkat. Penggunaan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan terbukti mampu mencegah penyebaran COVID-19. Walaupun demikian, muncul kontroversi tentang penggunaan masker saat olahraga setelah ada laporan kematian yang berhubungan dengan penggunaan masker saat olahraga.

olahraga-pakai-masker-saat-covid-19-doktersehat

Manfaat Olahraga untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko terjangkit berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan.

COVID-19 adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Seperti sebagian besar penyakit infeksi virus lain, COVID-19 juga merupakan self-limiting disease yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya mengandalkan daya tahan alami tubuh. Oleh karena itu, olahraga sangat direkomendasikan agar tubuh kuat melawan serangan virus.

Selama ini banyak persepsi yang keliru di masyarakat tentang olahraga. Banyak yang beranggapan bahwa segala aktivitas fisik yang menggerakkan tubuh dan mengeluarkan keringat adalah olahraga.

Akibatnya, banyak yang merasa telah rutin berolahraga karena setiap hari sudah rutin bekerja atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang mengeluarkan keringat. Padahal, olahraga berbeda dengan aktivitas fisik biasa. Olahraga adalah aktivitas fisik yang terencana dan terukur intensitasnya.

Dalam dunia kedokteran olahraga, dampak olahraga dalam pencegahan penyakit infeksi ditunjukan dalam ‘Kurva J’.

Kurva ini menghubungkan risiko seseorang terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan dengan intensitas olahraga. Terlihat pada kurva bahwa manfaat terbesar didapatkan pada olahraga intensitas sedang. Olahraga ringan lebih kecil manfaatnya untuk kesehatan, sementara olahraga intensitas tinggi justru dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Olahraga

Berikut beberapa hal yang harus terencana dan terukur agar manfaat olahraga didapatkan dengan optimal.

1. Frekuensi dan durasi

Direkomendasikan total durasi olahraga paling tidak 150 menit per minggu. Artinya, dianjurkan untuk olahraga intensitas sedang sebanyak 3-5 kali seminggu dengan durasi masing-masing 30-60 menit.

2. Jenis Olahraga

Olahraga aerobik dan ritmis adalah jenis olahraga yang dianjurkan. Jogging, bersepeda, berenang, atau senam aerobik termasuk dalam jenis ini. Sementara, olahraga permainan yang kompetitif, seperti sepak bola, bola basket, atau bola voli tidak rekomendasikan karena gerakannya tidak ritmis dan justru meningkatkan risiko cedera.

3. Intensitas

Pengukuran intensitas bermanfaat agar didapatkan manfaat yang maksimal dan menimimalisir risiko bahaya. Secara objektif, intensitas olahraga dapat diukur dengan menghitung denyut jantung per menit selama berolahraga. Untuk menghitung denyut jantung, bisa gunakan fitur monitor denyut jantung pada gadget yang banyak tersedia saat ini atau raba denyut nadi secara manual pada pergelangan tangan.

Intensitas olahraga ditentukan dari denyut jantung maksimal (DJmax). Nilai DJmax adalah 220 dikurangi usia.  Olahraga intensitas sedang  dapat dicapai pada zona 55-70% DJmax.  Artinya, jika seseorang berusia 20 tahun, maka DJmax-nya adalah 200 kali/menit dan target denyut jantung untuk mencapai intensitas sedang adalah 110-140 kali per menit.

Selain itu, cara yang lebih sederhana adalah dengan ‘Talk Test’ atau ‘Tes Bicara’. Pada olahraga intensitas ringan, umumnya seseorang masih bisa lancar berbicara dan bernyanyi. Intensitas sedang dicapai jika seseorang masih bisa berbicara, tapi mulai kesulitan untuk bernyanyi. Kemudian, jika sudah mulai sulit berbicara atau terbata-bata, artinya olahraga sudah termasuk intensitas berat.

Apakah Harus Pakai Masker saat Olahraga di Tengah Pandemi COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit yang sangat mudah menular. Penularannya bahkan masih dapat terjadi dari orang tanpa gejala.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa masker terbukti secara signifikan dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 jika digunakan dengan benar. Masker berfungsi sebagai source control atau dapat mengontrol sumber penularan, yaitu droplet.

Ukuran droplet saat baru keluar dari mulut atau hidung lebih besar dibandingkan jika sudah melayang di udara. Oleh karena itu, penggunaan masker yang langsung menempel dengan hidung atau mulut dianggap efektif dan direkomendasikan terutama jika sedang berada di pusat keramaian.

Penggunaan masker saat olahraga perlu perhatian khusus. Risiko penularan COVID-19 saat olahraga semakin besar karena seseorang akan bernapas lebih cepat dan dalam. Di sisi lain, penggunaan masker dapat menghambat aliran udara untuk bernapas dan mengurangi performa saat olahraga sehingga menjadi lebih sesak dan mudah lelah.

Cara Mengurangi Risiko COVID-19 saat Olahraga

Berikut yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya saat olahraga:

  • Olahraga sendirian atau dengan anggota keluarga di rumah adalah aktivitas yang paling aman. Risiko penularan Covid-19 meningkat dengan semakin banyaknya orang, semakin dekat interaksi, semakin banyak peralatan yang digunakan bersama, dan semakin lamanya interaksi dengan orang lain.
  • Selalu gunakan masker jika terpaksa berolahraga di tempat ramai. Bisa melepas masker saat berada di tempat sepi dan tidak banyak asap kendaraan bermotor.
  • Lepaskan masker jika ingin menaikkan intensitas olahraga, misalnya saat di tanjakan.
  • Kurangi intensitas olahraga jika menggunakan masker, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru.
  • Masker akan lebih mudah lembab saat olahraga dan membuat bernapas jadi lebih berat. Jadi, bawa beberapa masker cadangan sebagai pengganti jika sudah lembap.
  • Hindari menyentuh wajah dan selalu bawa hand-sanitizer. Cuci tangan setelah menyentuh fasilitas umum, wajah, atau mengganti masker.
  • Hentikan olahraga jika merasa lelah, pusing, atau kepala terasa ringan atau melayang.
  • Tunda olahraga jika demam atau merasa tidak enak badan.
  • Setelah olahraga, langsung mandi dan cuci pakaian sebelum melakukan aktivitas lain.
  • Belum ada satu cara yang benar-benar dapat mencegah penularan Covid-19. Berbagai protokol kesehatan yang ada tidak bisa saling menggantikan, tapi saling melengkapi. Jadi, saat menggunakan masker, tetap patuhi protokol kesehatan lain, seperti menjaga jarak minimal 2 meter dan rutin mencuci tangan.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

  1. American Heart Association. 2018. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids. https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults (Diakses pada 30 Juni 2020).
  2. Campbell, J.P., Turner, J.E. 2018. ‘Campbell JP and Turner JE (2018) Debunking the Myth of Exercise Induced Immune Suppression: Redefining the Impact of Exercise on Immunological Health Across the Lifespan’, Frontiers in Immunology, 648(9), pp. 1-21.
  3. Caspersen, C.J., Powell, K.E., Christenson, G.M. (1985) ‘Physical activity, exercise, and physical fitness: definitions and distinctions for health-related research.’, Public Health Reports, 100(2), pp. 126-131.
  4. CDC. 2020. Coronavirus Disease 19: Considerations for youth sports, Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/schools-childcare/youth-sports.html (Accessed: 30 Juni 2020).
  5. Chamorro-Viña, C. et al. 2014. ‘ Excessive Exercise and Immunity: The J-Shaped Curve ‘, in Robert-McComb, J.J. et al. (ed.) The Active Female: Health Issues Throughout the Lifespan. New York: Springer Science+Business Media, pp. 357-372.
  6. Chu, D.K. 2020. ‘Physical distancing, face masks, and eye protection to prevent person-to-person transmission of SARS-CoV-2 and COVID-19: a systematic review and meta-analysis’, The Lancet, 395, pp. 1973-87.
  7. Desai, A.N., Aronoff, D.M. (2020) ‘Masks and Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)’, JAMA, 323(20), pp. 2103.
  8. European CDC. 2020. Using face masks in the community, Stockholm: ECDC.
  9. Maragakis, L.L. (2020) Coronavirus Face Masks & Protection FAQs, Available at: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-face-masks-what-you-need-to-know (Accessed: 30 Juni 2020).
  10. Motoyama, Y.L., et al. (2016) ‘Airflow-restricting mask reduces acute performance in resistance exercise’, Sports, 4(4), pp. 46.
  11. Nieman, D.C. (1994) ‘Exercise, Infection, and Immunity’, Int J Sports Med, 15, pp. 131-141.
  12. Nieman, D.C. (1998) ‘Exercise and resistance to infection’, Can. J. Physiol. Pharmacol, 76, pp. 573-580.
  13. Nieman, D.C., Wentz, L.M. (2019) ‘The compelling link between physical activity and the body’s defense system’, Journal of Sport and Health Science, 8, pp. 201-217.
  14. Norton, K., Norton, L., Sadgrove, D. 2010. Position statement on physical activity and exercise intensity terminology, Journal of Science and Medicine in Sport, 13(2010), pp. 496-502.
  15. Rothe, C., et al. 2020. Transmission of 2019-ncov infection from an asymptomatic contact in germany’, The New England Journal of Medicine, 382(10), pp. 970-1.
  16. WHO. 2020. Advice on the use of masks in the context of COVID-19: Interim guidance, Geneva: WHO.
  17. WHO. 2020. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters (Accessed: 30 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Pakai Masker saat Olahraga di Masa Pandemi COVID-19, Amankah? oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Kamis, 02 Juli 2020
no image

11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Punya bekas luka operasi? Ada banyak cara menghilangkan bekas operasi yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah atau berdasarkan resep dari dokter. Selengkapnya ketahui berbagai caranya di bawah ini!

cara-menghilangkan-bekas-operasi-doktersehat

Cara Menghilangkan Bekas Operasi

Operasi adalah prosedur membuat sayatan lapisan kulit untuk keperluan pengobatan. Biasanya, sayatan dapat meninggalkan bekas luka pada kulit, sehingga kebanyakan pasien khawatir dapat mengganggu penampilan. Tak usah khawatir lagi, karena ada banyak cara menyamarkan bekas luka!

Berikut beberapa cara menghilangkan bekas operasi:

1. Menggunakan Selotip Medis

Bekas luka yang menggunakan selotip medis selama 12 minggu setelah operasi, hasilnya kulit secara signifikan menyamarkan bekas luka. Selotip medis ditempelkan tegak lurus di atas luka dan dipakai sepanjang waktu untuk mencegah peregangan bekas luka ketika membungkuk dan meregangkan tubuh.

Selotip medis juga bisa digunakan pada bekas luka di tempat lain seperti pada wajah, perut, lengan, atau kaki (tidak dekat lutut atau siku) di mana tidak ada peregangan berlebih. Penggunaan selotip medis selama beberapa bulan untuk mempertahankan kelembapan ringan ketika bekas luka matang.

2. Menggunakan Jahitan yang Kuat, Dalam, dan Mudah Diserap

Jahitan kulit dalam adalah jahitan tersembunyi yang lebih dalam untuk membantu mencegah luka meregang saat menjalani aktivitas normal sehari-hari. Cara menghilangkan bekas operasi ini membantu bekas operasi memudar dengan cepat.

Sebelum operasi, sebaiknya tanyakan kepada dokter bedah apakah akan menggunakan jahitan tersembunyi yang lebih dalam ini, yang perlahan larut selama berbulan-bulan sehingga meringankan bekas luka yang paling rentan katikan tubuh meregang akibat melakukan aktivitas sehari-hari.

Berkonsultasi dengan dokter bertujuan untuk mengetahui bagaimana memperlakukan jenis jahitan ini agar membantu mempercepat pemulihan bekas luka operasi.

3. Menggunakan Jahitan Tersembunyi di Permukaan Kulit

Dalam istilah medis, jahitan ini disebut jahitan subkutikuler yang digunakan untuk menahan tepi luka bersama-sama alih-alih jahitan yang terputus.

Jahitan tersembunyi biasanya lebih disukai daripada jahitan yang tampak terlihat pada area tubuh di mana kulit membentang atau meregang akibat gerakan. Misalnya jahitan di punggung, dada, dan dekat persendian, karena jahitan menandai bekas luka yang dapat menyebar dan meregang selama proses penyembuhan.

4. Makan Makanan Bergizi Seimbang dan Perbanyak Protein

Makan makanan kaya protein seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan atau tahu merupakan salah satu cara menghilangkan bekas operasi dengan cepat.

Jika rentan terhadap penyembuhan luka yang lebih lambat atau mengetahui bahwa pola makan kurang nutrisi, mungkin dapat mengonsumsi vitamin C dan suplemen zinc setiap hari pada minggu-minggu sebelum dan setelah operasi kulit.

5. Perban Silikon

Perban silikon serupa dengan plastik elastis ini berupa lembaran silikon yang diterapkan langsung di atas bekas luka operasi dan biarkan sampai mengering.

Penelitian telah menunjukkan bahwa silikon dapat membantu mengurangi bekas luka dan biasanya digunakan setelah operasi plastik.

Sebelum menjalani prosedur operasi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang perban silikon, karena dokter bedah akan menerapkan perban jenis ini.

6. Obat Topikal

Beberapa obat topikal atau obat oles, termasuk krim, salep, atau gel yang bisa digunakan dengan atau tanpa resep. Obat topikal digunakan untuk merawat bekas luka yang disebabkan oleh luka, cedera, atau luka lainnya, seperti bekas operasi.

Jika berada di bawah perawatan ahli bedah plastik dan jaringan parut berasal dari bedah plastik atau kosmetik, sebaiknya tanyakan kepada dokter bedah apakah perawatan bebas resep merupakan salah satu cara menghilangkan bekas operasi.

Jika tidak, ada resep yang dapat membantu seperti steroid atau antihistamin oral tertentu untuk bekas luka yang menyebabkan gatal dan sangat sensitif.

7. Pijat

Sering kali dokter menyarankan pasien memijat bekas luka operasi  pada ahli terapi pijat berlisensi. Terapi pijat harus dilakukan setelah luka ditutup atau jahitan dilepas.

Memijat bekas sayatan dan jaringan di sekitarnya mampu menghilangkan benjolan atau pembengkakan yang tersisa setelah proses penyembuhan. Pastikan menggunakan lotion yang cukup agar nyaman saat pemijatan.

8. Penempatan Sayatan

Cara menghilangkan bekas operasi ini tidak mutlak dalam beberapa operasi. Pasien mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli bedah tentang di mana sayatan ditempatkan untuk menyamarkan atau membantu meminimalkan bekas luka.

Operasi caesar misalnya dapat dilakukan dengan sayatan vertikal, yang mungkin lebih jelas, atau sayatan horizontal, yang mungkin disamarkan dengan bikini atau pakaian dalam.

9. Obat Resep

Jika memiliki kecenderungan mengalami bekas luka yang parah setelah operasi, dokter bedah mungkin dapat meresepkan cleansers (pembersih), salep, atau regimen pengobatan luka untuk membantu memudarkan bekas operasi.

10. Suntikan Steroid

Jika pasca-operasi cenderung membentuk bekas luka keloid, konsultasikanlah dengan dokter bedah tentang penggunaan steroid sebagai cara menghilangkan bekas operasi. Keloid adalah bekas luka menonjol dan keras akibat kelebihan protein atau kolagen selama penyembuhan luka pada kulit.

11. Operasi

Meskipun tidak akan menghilangkan bekas luka secara permanen, operasi dapat dilakukan untuk menyamarkan bekas luka operasi sebelumnya. Namun, prosedur ini tidak dianjurkan untuk jaringan parut hipertrofik atau keloid, karena berisiko meninggalkan bekas luka berulang serta bekas luka yang lebih parah.

Baca Juga: 12 Cara Menghilangkan Bekas Luka di Wajah yang Alami dan Medis

Cara Mencegah Bekas Operasi

Pencegahan bekas luka operasi tergantung pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan. Cara sederhananya adalah mengikuti instruksi yang diberikan dokter bedah. Sedangkan cara lainnya membutuhkan kesabaran.

Berdasarkan berbagai faktor, berikut cara mencegah bekas luka operasi:

  • Minum air yang cukup: Tubuh yang mendapatkan air yang cukup dapat menghidrasi kulit dan tetap lempap, sehingga membantu pemulihan bekas luka operasi.
  • Makan makanan bergizi. Selain membantu menyamarkan bekas luka, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dengan asupan protein, juga membantu mencegah bekas luka. Protein merupakan senyawa organik pembangun kulit untuk penyembuhan.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, mungkin dapat meningkatkan risiko bekas luka. Ini karena lemak di bawah kulit dapat mencegah pemulihan luka setelah operasi.
  • Mencegah infeksi. Perawatan bekas sayatan operasi yang baik bisa mencegah infeksi. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah bekas luka setelah operasi.
  • Merokok. Tidak hanya meningkatkan risiko bekas luka, merokok juga memperlambat penyembuhan. Merokok adalah faktor risiko yang signifikan sehingga ahli bedah plastik akan melarang merokok dua minggu sebelum operasi.
  • Alkohol. Minum minuman beralkohol mendehidrasi tubuh dan kulit, yang menurunkan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Ketika sedang menjalani penyembuhan luka bekas operasi, sebaiknya hindari alkohol dan minuman berkafein.

Itulah cara memudarkan bekas operasi dan cara mencegah terbentuknya bekas luka yang bisa dicoba. Jika ingin menggunakan salah satu atau beberapa pengobatan di atas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi kulit, riwayat medis, dan lamanya bekas luka untuk mendapat jenis perawatan yang tepat!

 

  1. Rosengren, Helena. 2019. How to reduce the appearance of surgical scars. https://www.skinrepair.net.au/skin-treatment/how-to-reduce-the-appearance-of-surgical-scars/. (Diakses pada 2 Juni 2020)
  2. Anonim. 2019. Cosmetic Procedures: Scars. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-scars#1. (Diakses pada 2 Juni 2020)
  3. Whitlock, Jennifer. 2020. How to Prevent or Minimize Surgery Scars. https://www.verywellhealth.com/preventing-or-minimizing-scars-after-surgery-3156926. (Diakses pada 2 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis) oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 28 Juni 2020
no image

Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

imiquimod-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 20 Juni 2020
no image

11 Cara Menjaga Kesehatan Penis dan Manfaatnya (Mudah Dilakukan!) oleh - rokokmarlboro.xyz

Halo sahabat selamat datang di website rokokmarlboro.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Cara Menjaga Kesehatan Penis dan Manfaatnya (Mudah Dilakukan!) oleh - rokokmarlboro.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Cara menjaga kesehatan penis tidak hanya rajin membersihkannya ketika mandi, tetapi juga dengan menjalani pola makan sehat hingga menghindari merokok untuk mencegah penyakit kelamin. Selengkapnya simak cara lainnya di bawah ini!

cara-menjaga-kesehatan-penis-doktersehat

Cara Menjaga Kesehatan Penis

Manfaat memiliki penis sehat dapat berdampak pada berbagai aspek, termasuk kepuasan seksual dan mencegah disfungsi ereksi. Oleh karena itu, sangat penting dalam menjaga kesehatan penis!

Berikut ini sejumlah cara menjaga kesehatan penis:

1. Cukup Minum Air

Cara menjaga penis tetap sehat dengan yang pertama adalah pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air. Hidrasi sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan penis.

Kekurangan cairan tidak hanya menyebabkan tubuh lemah, juga dapat mengakibatkan disfungsi ereksi atau impotensi â€" ketika seseorang tidak dapat mengembangkan atau mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual. Oleh karena itu, konsumsi cairan sekitar dua liter sehari.

2. Rajin Olahraga

Rutin melakukan aktivitas fisik yang ringan dapat mengurangi risiko pria mengalami disfungsi ereksi (DE).

Satu penelitian di tahun 2015 telah mengamati penderita DE dan infark miokard (serangan jantung), yang menjalani latihan berjalan di rumah dan hasilnya dapat mengurangi risiko DE.

Jadi, lakukanlah cara menjaga kesehatan penis yang satu ini setidaknya beberapa kali seminggu, bahkan hanya jalan cepat sering kali dapat meningkatkan kesehatan penis.

3. Menjaga Pola Makan Sehat dan Seimbang

Pola makan yang seimbang adalah hal penting dalam membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes dan penyakit jantung, yang keduanya menyebabkan DE.

Guna membantu penis sehat, makanlah sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian yang mengandung flavonoid karena diketahui dapat mengurangi risiko DE.  Beberapa makanan yang mengandung banyak flavonoid, di antaranya umbi-umbian, polong-polongan, beri, anggur, jeruk, teh, dan cokelat

Makanan lainnya juga dapat meningkatkan kadar testosteron dan meningkatkan kesuburan pria, termasuk bayam, makanan pedas dengan kandungan capsaicin, dan alpukat.

4. Kelola Berat Badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menimbulkan dampak negatif pada banyak aspek kesehatan pria, termasuk fungsi penis.

Penderita obesitas lebih mungkin mengalami DE. Obesitas dapat menyebabkan DE dengan cara berikut:

  • Menurunkan kadar testosteron.
  • Menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.
  • Merusak pembuluh darah, termasuk yang mengalirkan darah ke penis.

Oleh karena itu, cobalah turunkan berat badan dengan menerapkan pola makan sehat dan rajin berolahraga. Cara menjaga kesehatan penis ini harus dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

5. Kelola Stres

Berlatih mengelola stres sangat bagus untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan kesehatan penis.

Stres dan kecemasan dapat memengaruhi fungsi seksual, kesuburan pria, meningkatkan peluang terkena penyakit kardiovaskular, yang dapat menyebabkan DE.

Ada beberapa cara yang bisa pria lakukan untuk mengelola stres, di antaranya rutin mengambil napas dalam-dalam, menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai, dan meditasi.

6. Menjaga Kebersihan Penis

Pria harus rajin membersihkan organ intim setidaknya sekali sehari karena keringat dan rambut dapat menghasilkan bau tidak sedap dan perkembangan bakteri. Pastikan pula area antara pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau.

Cara menjaga kesehatan penis yang baik adalah menggunakan sabun yang lembut. Hindari menggunakan sabun yang abrasif atau sangat wangi yang dapat mengiritasi kulit penis.

Cucilah semua bagian penis, termasuk pada rambut kemaluan, skrotum, area antara kaki dan skrotum, batang penis, dan area di bawah kulup (jika tidak disunat).

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Penis Sehat (Bagaimana ‘Punya’ Anda?)

7. Hindari Mencukur Habis Rambut Kemaluan

Hair removal kemaluan telah populer dilakukan karena berbagai alasan, misalnya dapat memiliki penis sehat, pengalaman seksual yang lebih baik, dan merasa lebih nyaman selama menstruasi.

Namun, mempertahankan rambut kemaluan dianggap lebih menyehatkan daripada mencukurnya. Manfaat rambut kemaluan, di antaranya:

  • Mencegah virus dan bakteri.
  • Mencegah infeksi.
  • Mengatur suhu tubuh.
  • Meningkatkan sensasi seksual.
  • Mencegah kutil kelamin.

Meski begitu, sesekali sedikit mencukur rambut kemaluan agar tidak terlalu lebat untuk menghindari kutu rambut.

8. Berhubungan Seks yang Sehat

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan agar setiap pasangan melakukan hubungan seks yang aman untuk mengurangi risiko tertular penyakit menular seksual (PMS). Penyakit ini dapat berdampak negatif pada kesehatan penis. Beberapa PMS yang paling umum, termasuk HPV, klamidia, gonorea, dan herpes.

Cara menjaga kesehatan penis sekaligus mencegah PMS dengan menggunakan alat kontrasepsi atau kondom selama aktivitas seksual dan mendapatkan vaksin untuk hepatitis B dan human papillomavirus (HPV).

Selain itu, berikut ini juga dapat membantu mengurangi risiko penularan dan tertular PMS:

  • Membatasi jumlah pasangan seksual.
  • Mempertahankan hubungan seksual monogami.
  • Tidak melakukan aktivitas seksual berisiko.

9. Rajin Memeriksakan Kesehatan Penis

Periksakan organ intim secara berkala, karena PMS terkadang tidak menimbulkan gejala. Lakukanlah tes sebelum berhubungan seks dengan pasangan baru menikah. Kedua pasangan harus melakukan tes.

Jika Anda atau pasangan memiliki infeksi, lakukan tindakan pencegahan tertentu untuk mencegahnya menyebar pada pasangan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan cara terbaik dalam mencegah PMS.

10. Hindari Minuman Beralkohol

Minum alkohol terlalu banyak juga dapat berdampak negatif pada banyak aspek kesehatan pria. Masih menurut CDC, minum alkohol berlebihan dapat mengganggu produksi hormon pria, yang pada akhirnya meningkatkan risiko impotensi dan infertilitas.

Alkohol juga meningkatkan kemungkinan pria melakukan hubungan seks yang tidak sehat. Perilaku seperti ini membuatnya berisiko lebih tinggi tertular atau menularkan penyakit menular seksual (PMS).

Setelah mengetahui dampak buruknya, segera kurangi minum alkohol atau hindari sama sekali demi menjaga kesehatan penis.

11. Hindari Merokok

Cara menjaga kesehatan penis selanjutnya dengan menghindari merokok, karena dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan penis. Merokok dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan seksual, termasuk DE, infertilitas, dan penurunan libido.

Berdasarkan penelitian di tahun 2013 menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu fungsi otonom jantung, yang pada gilirannya menyebabkan DE dan menurunkan kesuburan.

Manfaat Memiliki Penis Sehat

Selain memberikan kepuasan seksual dan mencegah disfungsi ereksi, berikut ini beberapa manfaat menjaga kesehatan penis:

  • Kemampuan untuk buang air kecil lancar dan nyaman.
  • Kemampuan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
  • Bagus untuk kesuburan pria.
  • Mencegah penyakit seperti kanker penis dan PMS.

 

  1. Anonim. 2018. How to keep a penis clean. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/how-to-keep-a-penis-clean/?tabname=genital-health. (Diakses pada 19 Juni 2020)
  2. DoctorNDTV. 2018. 5 Health Benefits Of Keeping Pubic Hair. https://doctor.ndtv.com/womens-health/5-surprising-benefits-of-keeping-pubic-hair-1788190. (Diakses pada 19 Juni 2020)
  3. Fletcher, Jenna. 2020. What to know about penis health. https://www.medicalnewstoday.com/articles/healthy-penis#lifestyle-factors. (Diakses pada 19 Juni 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Penis health: Identify and prevent problems. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/mens-health/in-depth/penis-health/art-20046175. (Diakses pada 19 Juni 2020)
  5. Ferguson, Sian. 2019. Everything You Need to Know About Penis Health. https://www.healthline.com/health/penis-health#sti-prevention. (Diakses pada 19 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 11 Cara Menjaga Kesehatan Penis dan Manfaatnya (Mudah Dilakukan!) oleh - rokokmarlboro.xyz dan sekianlah artikel dari kami rokokmarlboro.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2017 RokokMarlboro - Info Terupdate Tentang Rokok All Right Reserved